Bupati Hentikan Aktivitas di Lereng Ciremai Isu Sirkuit Dibantah, PT Puspita Tegaskan Fokus Penghijauan

Daerah, News95 Dilihat
banner 400x130

SRM ||| KUNINGAN – Sempat viral dugaan pembangunan sirkuit di kawasan lereng Gunung Ciremai, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur. Isu tersebut membuat Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar turun langsung meninjau lokasi bersama Kadis PUTR dan Kadis Lingkungan Hidup. Di lokasi, Bupati menghentikan seluruh aktivitas dan meminta alat berat ditarik untuk mencegah kesalahpahaman publik.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa aktivitas pembangunan di lereng Gunung Ciremai masih menunggu hasil kajian Amdal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Ia menyatakan seluruh proses perizinan sedang ditempuh dan pemerintah daerah menunggu hasil kajian menyeluruh terkait dampaknya.

banner 970x250

Sebagai langkah tegas, Bupati telah meminta seluruh aktivitas cut and fill dihentikan sementara karena dokumen perizinan belum lengkap. Alat berat pun ditarik dari lokasi. Ia menyebut pihak pengembang bersikap kooperatif dan justru diminta untuk tetap melanjutkan penanaman pohon sebagai bentuk pemulihan atas pembukaan lahan yang sudah terjadi.

Dian juga meluruskan isu yang viral, bahwa kegiatan di kawasan tersebut bukan pembangunan sirkuit balap, melainkan konsep jalan wisata.

Bupati memastikan bahwa penghentian proyek dilakukan murni berdasarkan aturan dan rekomendasi teknis dinas terkait. Ia membantah adanya unsur politik di balik persoalan ini, menegaskan bahwa pemerintah bekerja berdasarkan regulasi, bukan intrik.

Untuk meluruskan informasi yang berkembang, manajemen PT Puspita Cipta Grup menggelar jumpa pers.

Heri Ruhiyat Taufik, Manager Agro PT Puspita, menjelaskan bahwa kegiatan di lereng Gunung Ciremai bukan pembangunan sirkuit, melainkan pembersihan gulma seperti kaliandra. Alat berat digunakan untuk mengangkut pepohonan liar agar area dapat ditanami kembali.

Ia menyampaikan bahwa fokus sementara adalah penghijauan kembali, karena tanaman sebelumnya tidak tumbuh akibat gangguan gulma. Jalur yang dibuka hanya untuk mempermudah membawa bibit pohon, serta dilengkapi saluran air agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Kepala Bagian Hukum Puspita Grup, Ady Waggos, SH., M.H., kembali menegaskan bahwa tidak ada pembangunan sirkuit sebagaimana isu yang beredar. Kegiatan yang dilakukan adalah penanaman kembali untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai laboratorium alam atau arboretum sebagai ruang penelitian, edukasi, dan rekreasi.

Dengan penjelasan tersebut, PT Puspita Cipta Grup memastikan bahwa seluruh kegiatan di lereng Gunung Ciremai bertujuan untuk penghijauan, bukan pengembangan sirkuit. (Heryanto-FJR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *